Postingan

Perihal Rasa

Gambar
“Perihal Rasa” Oleh: Eka Wanora Afiza Waktu ku tidak banyak Berbicara tentang hal yang menyebalkan ini Rasa sesak menghampiri Ku hindari, namun datang lagi Dibalik awan nan indah yang berjalan Menghiasi belantara langit yang biru Kian ku semakin kagum akan keindahannya Mata menyala dengan melebarnya Gelisah nan gundah dengan kepergiannya Cinta dalam diam memang ribet Mau bertindak, jadi atas nama gengsi Memberi kasih sayang, takut ditolak Kepasrahan yang begitu lapang Membendung muara bening dalam jelaga Genggaman yang lepas Kukira akan tergenggam kembali, namun hilang tak terbalas Semampu menyimpan cinta yang ku jaga Dari tiupan badai yang menerpa Tulang belulangku mulai retak, sakit dirasa Mengapit aliran darah dengan erat Bintang hadir menemani rembulan Cahaya menari mengiringi gemerlapnya malam Yang diharap berada di genggaman  Bayangnnya hanya berwujud semu  Angin malam mengundang ku untuk merindu Ga...

GORESAN YANG TAK INGIN PERGI

Gambar
GORESAN YANG TAK INGIN PERGI Oleh: Eka Wanora Afiza Kala itu... Suara gemuruh yang menakutkan jiwa Betapa berisiknya terdengar Merasuki raga dari rasa yang tertimbun keusangan Terik matahari memancarkan cahayanya Ku tertunduk mengalihkan pandangan Dan  seakan menyeretku untuk melihat Seakan merusak beningnya mata ini Air mata berlinang membasahi pipi Bathin terjerit meminta rangkulan Ketika sudah tiada ujung untuk menahan lemahnya raga ini Nafas berhembus seakan sesak dirasa Tentang cinta atau luka Terlukis pada goresan yang tak bermakna Terjerat dalam kebingunan bahkan sayatan menerpa Namun apa yang akan ku perbuat? Ku mencoba berteriak atas sakitnya goresan Yang bersarang seakan mematikan jiwa Dan ku menangis Agar lega dirasa Apakah akan selalu ku kejar? Bayangan-bayangan yang seakan semu dihadapanku Namun tiada arti untuk kedepannya Karna goresan selalu ingin tinggal tanpa seizinnya Bahkan aku ingin lepas! Lepas dari kesunyian dan pend...

Rindu Tak Bertuan

Gambar
RINDU TAK BERTUAN By: Eka Wanora Afiza Kesepian melanda diri Ia mendekapku dengan erat Padahal aku tak ingin di hantui Entah untuk siapa ia menari-nari Lama tak bersua Hingga rindu kian menua Hanaya resah dan gelisah Rindu datang entah untuk siapa Tak betah dirasa Karna rindu tak punya tuan Yang ingin singgah sebentar, atau sekedar tinggal Namun tidak bisa terikat, hingga lepas tak terkendali Atas engkau wahai tuan Genggam rindumu kembali Aku tak ingin di hibahkan rindu atas dasar luka Karna aku tahu bahwa ini adalah sepercik belahan kaca Yang ingin menggoreskan luka Setelah itu hilang dengan janji belaka Setidaknya rindumu bisa permisi kala itu Namun ia datang menaruh jeritan sesuka hati Hingar bingar suara derasan hujan terkeriuk Menajtuhi tanah hingga terbentuk Ingir sekali rasanya melihat jelas dengan tidak tunduk Bukan bayanganmu, hingga rindumu saja datang mengetuk Atas engkau wahai tuan Jangan biarkan rindumu semakin meleleh Lalu mem...

Rahasia Dari Do’a Nabi Yusuf Supaya Wajah Tampil Cantik Dan Berseri

Gambar
Rahasia Dari Do’a Nabi Yusuf Supaya Wajah Tampil Cantik Dan Berseri By: Irfans Hakim February 20, 2019      tehnologi69.blogspot.com Hallo Sahabat ViralPedia - Doa kecantikan untuk menaikan seri wajah atau muka daripada surah nabi yusuf. Bagi sesiapa yang mengkehendaki supaya muka atau wajah nya berseri perlulah ia membaca surah Yusuf Ayat 4 (sebaik baiknya selepas solat) Mari lah kita amalkan ayat pengasih surah Yusuf ayat 4 dan Surah Thahaa ayat 39 seperti di bawah ini. Bagi sesiapa yang sudah mengamalkan, Alhamdulillah.. teruskan… Ayat ini adalah ayat pengasih bagi mengeratkan lagi hubungan suami isteri dan ianya juga boleh untuk anak-anak (so that anak hormat kita sebagai ibu bapak mereka), keluarga dan sahabat handai taulan. “Idz Qaala Yuusufu Li Abiihi Yaa Abati Inni Ra Aitu Ahada’ Asyara Kaukabauw Wasy Syamsa Wai Qamara Ra aituhum Lii Sajidin” Maksud Surah Yusuf Ayat 4; (ingatlah peristiwa) ketika Nabi Yusuf berkata kepada bapanya: ...

Tersapu Debu

Gambar
TERSAPU DEBU Oleh: Eka Wanora Afiza Rinduku sudah berlalu Jangan datang lagi membawa pilu Membuatku tak berdaya merangkak sehingga tertunduk malu Api ku sudah membakar kenang menjadi abu Dan tersapu angin membawa debu Penaku, 30 Mei 2019

TERIMAKASIH

Gambar
TERIMAKASIH Oleh: Bang Yusuf Setiawan Al-Qusyairi Pernah suatu ketika kita menyulam masa bersama, Dibawah kerumunan bintang-bintang Yang tersenyum megah sembari menikmati santapan makan malam. Dengan jiwa yang gembira Ku tak tahu bagaimana cara memalingkan pandanganku Ke raut indah wajahmu di bibir pantai Hal yang paling aku sukai adalah kamu Tak ada alasan yang ada hanyalah harapan, Yaaa.. Harapan untuk bisa bersama bersanding seperti malam itu Terimakasih...  Mungkin kata itu yang bisa aku tuturkan untuk mu Melalui rasa sakit yang tidak sengaja kau ukir megah dalam sukma jiwa ku. Untuk kamu yang ku kagumi

Tersisih diatas Perbedaan

Gambar
Tersisih diatas Perbedaan Oleh: Eka Wanora Afiza Laksana gugusan gunung mengelilingi Perbedaan begitu sangat keras menerpa jiwa Yang seharusnya menyatu, bukan terpecah belah Selayaknya menabrakkan diri diarea kereta api Dalam sebuah tindakan  Berulang kali aku terhujam Perbedaan seakan sebagai jurang pemisah Bagaikan pelipur lara yang tak berguna Aku berharap Disapa setiap jingga malam mulai terlihat Namun, kekosongan yang begitu kerat kian menerjang Tidak ada satupun menoleh untuk menaruh kepercayaan Rasaku tumpah dikacaukan oleh benalu Berbicara sepatah dua patah Seakan dianggap putri malu Tidak ada gunanya sama sekali Apakah benar ini perbedaan? Yang kelihatannya sama sekali tidak ada Menyeretku untuk berdamai Malang sekali realita ini Perbedaan sebenarmya tidak jadi masalah Bukan untuk dasar perpecahan Namun. tercipta untuk saling melengkapi Hingga terlihat mempesona dihadapan sang Ilahi Sebenarnya harus aku...