Postingan

Sejarah Lesehan Pondok Galih dan Makna Logo Awal mula Pondok Galih ini hanyalah warung biasa/kecil yang semula tempatnya di Udayana (2014). Setelah pemasokannya sudah lumayan besar, owner ini berinisiatif membuat Lesehan di jalan Dakota no. 7 Rembige, Mataram. dan disahkan didirikannya itu pada tahun 2016. Kemudian dari profit yang didapatkan di Lesehan ini juga mulai berkembang hingga pada akhirnya ingin membuka cabang di jalan KH. Ahmad Dahlan no. 1 Jempong, Lingkar Selatan, Mataram pada tahun 2017. Pemiliknya ini bernama Pak Kirno dan ibu Ning yang berasal dari Jawa, kemudian mereka berdomisili di Lombok. Alasan membuka bisnis di Lombok, karna di Lombok memiliki beragam budaya, tradisi dan wisata serta memiliki beraga kuliner yang menarik. Ciri khas dari Pondok Galih ini adalah patung tiga bebek, dan warna dari latar logonya yaitu warna hijau yang merupakan warna favorit dari owner (pemilik) Pondok Galih. Terkait pemberian nama dari nama Lesehan ini, sang owner (pemilik) mengambil n...

Awas, Indonesia di Bawah Bayang-bayang Resesi Ekonomi

Gambar
Senimilenial -  Laporan Prospek Ekonomi Dunia milik Dana Moneter Internasional (World Economic Outlook International Mon8etary Fund/IMF) menyebutkan perekonomian global tumbuh pada laju paling lambat atau resesi ekonomi sejak krisis keuangan 2009. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, memandang resesi ekonomi akan menyebar sehingga menyebabkan risiko yang sangat serius. Sebab, proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global sepanjang tahun ini hanya 3 persen, atau turun dari perkiraan Juli 2019 yang sebesar 3,2 persen. "Kami masih memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia masih bisa tumbuh di kisaran 3,9 persen pada awal tahun ini. Tapi, kemudian direvisi menjadi 3,7 persen, 3,5 persen serta 3,2 persen. Terakhir, kami merevisi kembali menjadi 3 persen pada bulan Oktober lalu," kata Georgieva. Ia pun menyebut biang keladi atas resesi ekonomi yang terjadi adalah perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China, kisruh Uni Eropa dan Inggris terk...

Taklukku Tidak Lagi Manja

Gambar
Taklukku Tidak Lagi Manja Eka Wanora Afiza Detik ini adalah tanda; jiwa serentak bergelora Tatapan jauh memberontak; pada penglihatan yang terletak Di pelubuk hati menjelma Terseret pada masa depan yang sudah tersedia Pada diri; Menulusuri jati diri-Yang sebenarnya akan tetap ada Kebencian, kegelapan bathin menerka; Menghambat diri mengkerahkan segala isi pikiran Dengan tentunya menjunjung martabat semangat Tindasan  semakin melemah; Tak mampu mengikat rasa kemalasan; Namun ketika perjuangan sudah mulai berkobar; maka jalanlah! Jangan pernah berhenti; Tetap pada satu tekad, rasa dan keinginan membara diri Detik ini adalah tanda; Kobarnya terus membentang usaha Terpeleset jauh dari zona nyaman yang pernah mengikat; pada jiwa Rongga dada mendebar Menusuk pikiran kemudian terpancar Ketitik wadah yang dimana-bernamakan masa; Bukan kekelaman namun masa depan Meninggalkan  tirah itu; tak lagi rasa malas mencekam-terbang terbawa debu Tak lagi berkela...

Usang Menggebu Rindu

Gambar
Usang Menggebu Rindu Oleh: Eka Wanora Afiza Namanya gengsi; lidah meramu teramat semu Gelak tawa menyentuh putri malu; Ranahnya bukan disana Bukan lagi sesak; rona wajahnya memancarkan senyum Dari sudut lorong; tepat arahnya dibawah pohon rindang Gugur daun berserakan menari indah; tepat melumat lototan bola mata Di wajah secarik puisi merambat lahirkan rindu Getar getir dada menggelegar; obrak abrik menggepar Pada kedipannya yang manja; membuat ranah semakin terbawa suasana Di penghujung malam; Masih saja rasanya terhujam Rasa sesak dada; tak sampai katanya pada kata Kata itu adalah rindu--rinduku padamu Bukan lagi hal yang semu; akankah rasanya mau kepastian? Lihat saja akan kubuktikan! Rasanya batu tetaplah batu Air tetaplah air, jika keruh? Sesak menyimpan; asap biadap menerka rongga hati Basah pipi mengalir; karna rindu Betapa menghayat pedih Sudahlah; hentikan segala rintih Meski hawa malam gepar menari-nari Malam; meja mendekap dengan secangkir ...

Sudah Waktunya

Gambar
Sudah Waktunya Eka Wanora Afiza Raga terjungal lesu; atas perlakuan diri tak mampu mengabdi--Mengabdi pada bekal yang menyeret ke dasar tahta yang abadi Resah; gelisah Kata terlempar nyerah Digoreskan kata intropeksi--malah; Diri menganggap sudah; terjerat tetap oleh keterikatan gundah Dirasa diri; sudah sejati Padahal itu; sebatas ilusi Berlaga angkuh; Pura-pura tidak tahu--bahwa diri akan berakhir musnah Pada wadah raga terpisah Maut datang memberi kisah; Roh berlayang meninggalkan raga; anggap saja ini sudah waktunya Kembali kepada-Nya Yang terdahulu pernah berjanji; dan sekarang datang untuk kembali Wahai sang Ilahi Inilah diri; yang kadang diatas dunia fana--enggan mengingat-Mu dan kadang pula kumenangis bersimpuh di sejadah itu Ampunilah; 13 Agustus 2019

Cerbung, Atas Nama Gengsi Part 1

Gambar
ATAS NAMA GENGSI Eka Wanora Afiza DUAAAARRR.. *** ~ Hari ini adalah hari sekiranya membuat gundah hati. Woooww :" "Ssssttt.. sini sini", ucap Mei pada Rea. Dengan tingkah badan yang mengendap-endap di belakang pintu dapur. "Ada apa si Mei?", tanya Rea dengan rasa penasaran dari matanya. "Ngga ko. Hmm.. btw kamu haus yaa? Nih gue kasih minum!" Jawab Mei dengan terbata-bata sembari mengalihkan pandangan si Rea di dari pandang meja di sudut ruangan itu. "NGGA usah!! gue kesini lapar. Makanya kesini, eh lo malah ngagetin aja. Ada apasih btw?" Tanya Rea lagi. "Gaada apa-apa Rea, really", jawab Mei sambil meyakinkan Rea dan mencoba menyembunyikan apa yang ia rasakan sebelumnya. "Udah ahh. Males gue lama-lama. Beneran!!" *** "Gue heran deh sama tuh anak. Lama kelamaan kelakuannya semakin aneh", ucap Rea dalam hati sambil berjalan ke kamarnya dilantai 2. _________________________________...

Cerpen, Terlahir dalam Dekapan Jin

Gambar
Terlahir dalam Dekapan Jin Penulis: Eka Wanora Afiza Di dalam keluarga tentunya tidak lengkap apabila tidak ada anak-anak ditengahmya, apalagi keinginan orangtua. Selain tujuannya ingin beribadah kepada Allah SWT, tentunya juga ingin mempunyai keturunan. Dari itu pasangan suami istri, sang suami bernama pak Anan dan istrinya bernama Bu Rita ini berusaha untuk memilikinya, dan Alhamdulillah istrinya mulai merasakan mual-mual, dan itu tandanya ia hamil. Namun siapa sangka amanah yang dititipkan dikeluarga tersebut malah justru hilang tak terduga. Ironisnya malah anaknya selalu diambil oleh sosok jin. “Pak, aku kemarin mencoba memakai tespek dan hasilnya positif”, ujar istrinya dengan senyumnya. “Yang bener mah? Alhamdulillah, akhirnya kita akan segera dikarunia seorang anak mah”, terimakasih ya Allah.. Mulai sekarang mama gaboleh terlalu capek ya, apa-apa yang mama butuhkan minta tolong saja sama bapak, ini demi sang buah hati hehe”, ucap sang suami. “Iya pah, mama akan...